00.jpg

Gunung Bromo siapa sih yang tidak kenal sama gunung indah ini, Gunung yang berada di empat wilayah kabupaten ini mengeluarkan letusan eksplosif. Gunung Bromo mengeluarkan 11 kali letusan di sertai gempa Vulkanik yang getaran amplitudo jarum mencapai 42 mililmeter. Getaran paling lama bertahan sampai 23 detik. Ini merupakan aktivitas terbesar yang tercatat sampai sekarang ini, abu vulkanik pun tak lagi berwarna abu abu melainkan warna sudah menjadi kuning kemerahan. Ketinggian semburan abu vulkanik mencapai 900 meter dari puncak kawah Bromo. Semakin meningkatnya semburan 6yang di keluarkan oleh gunung bromo, ternyata warga desa di sekitar kawasan gunung bromo tidak khawatir akan aktivitas Gunung bromo tersebut. Jika anda berpergian ke kawasan wisata Gunung Bromo, kami sarankan anda tidak menggunakan mobil berjenis sedan lebih baik berjenis COMMERCIAL seperti toyota All new hilux karena mobil jenis ini dapat menembus berbagai medan dan memiliki dimensi mesin yang cukup kuat di bandingkan mobil sedan. Tapi justru kondisi Bromo seperti ini lebih menguntungkan Warga desa Tengger karena energi yang dilepaskan terus-menerus setiap harinya. Sehingga energinya tak keluar sekaligus. "Sistem magmatik di Bromo ini sudah terbuka, maka ada gempa letusan setiap hari dan tidak terakumulasi energinya yang justru bisa berbahaya karena sekali meletus tapi besar," tandas warga Tengger asal Ngadisari di Malang, Jawa Timur. Warga desa Tengger ini malah merasa bersyukur gunung yang mereka kramatkan itu tengah mengamuk. "Nenek moyang kami bersemayam di kawah Bromo. Sekarang justru sedang menyapa kami cucu-cucunya. Kami percaya nenek moyang kami akan melindungi kami," kata warga Tengger asal Ngadisari. Abu vulkanik itu akan memberikan kesuburan bagi perkebunan warga Tengger. Semakin meningkatnya aktivitas Gunung Bromo, ternyata tidak membuat warga Desa Ngadisari khawatir. Justru warga Tengger ini malah merasa bersyukur karena gunung yang mereka kramatkan itu tengah mengamuk. Menurut waraga Desa Ngadisari Tengger luapan abu vulkanik adalah berkah bagi desanya dari nenek moyangnya. Abu vulkanik itu akan memberikan kesuburan bagi perkebunan warga Tengger. Bahkan dalam sehari, Sinabung erupsi hingga tiga kali dengan letusan menyemburkan abu vulkanik hingga ketinggian 1.500-2.000 meter dari puncak. Menurutnya, erupsi tersebut menyebabkan asap tebal serta guguran lava berkisar 500-1.000 meter ke arah Tenggara-Timur. Jadi kesimpulannya, status Sinabung masih Awas. Kita akan terus awasi apakah ada pertumbuhan kubah lava. Tetapi, diprediksi dalam sebulan ini aktivitas Sinabung masih akan tinggi. Namun, hasil pantauan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo itu tak mengubah status gunung tersebut tetap Siaga level III. "Gempa letusan kalau besar suaranya ya berdentum, tapi kalau kecil hanya gemuruh dari dalam kawah. Suaranya bisa terdengar jauh, tapi sering hanya terdengar di dekat kawah saja," kata Warga Tengger asal Ngadisari di Malang, Jawa Timur gunung yang tetap Siaga level III. Status gunung baru dinaikkan jika dinilai sudah berpotensi mengancam permukiman penduduk sekitar. Timbulnya suara dentuman dan gemuruh akibat gempa letusan itu disebut sebagai hal yang normal saat fase erupsi panjang. Secara visual, aktivitas itu menyebabkan asap solfatara abu vulkanis menjadi lebih pekat. Meski demikian, hal itu tak mempengaruhi status , "Keputusan menaikkan status gunung itu dengan melihat dan mengukur ancamannya. Kalau sudah mendekati permukiman baru dinaikkan statusnya. Radius aman tetap 2,5 kilometer dari kawah," papar warga Tengger asal Ngadisari di Malang, Jawa Timur. Gempa yang terjadi setiap hari ini memang karakter letusan Gunung Bromo yang terjadi secara bertahap. Berbeda dengan Gunung Kelud yang mengeluarkan hanya 1 kali letusan namun dengan skala besar pada 14 Februari 2014.