cicilan-mobil.372014072.png Kini banyak orang membeli mobil dengan cara take over kredit. Namun masih banyak juga masyarakat yang tak memahami tata cara dan prosedur yang tepat. Mobil sebagai benda bergerak, merupakan benda yang dapat dialihkan kepemilikannya, jadi Anda bisa mengalihkan kredit tersebut kepada orang lain. Pasti Anda pernah melihat beberapa iklan di media masa mengenai take over kredit mobil murah. Saat Anda memutuskan untuk membeli sebuah mobil baru, tentu saja ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan baik itu tunai maupun kredit. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas tentang bagaimana cara membeli mobil secara kredit agar pengelolaan keuangan Anda tetap stabil serta tak terjebak dari kredit macet. Baik dari bank maupun leasing memang akan memiliki konsep dan peran yang sama untuk menyediakan dana talangan saat Anda ingin memiliki mobil, tapi di sisi lain tidak mempunyai dana yang cukup untuk membayarnya secara kontan. Bank atau leasing ini akan membayarkan dahulu sebagian dari harga mobil yang Anda inginkan, kemudian setelah itu secara berkala Anda akan membayar hutang dengan cicilan tiap bulan. Nantinya dari sisi kepemilikan mobil tetap menjadi milik Anda yang sah, tetapi biasanya surat-surat kendaraan seperti BPKB, SIM, dan yang lainnya akan dipegang terlebih dulu oleh pihak dari lembaga yang membiayai kredit tersebut. Untuk mendapatkan harga yang lebih murah tentunya Anda harus sedikit usaha, seperti mencari kredit tersebut jangan langsung ke pedagang mobil atau showroom mobil bekas melainkan di pemakainya. Alasannya karena biasanya pedagang akan mencari selisih dari harga beli ke harga jual, jadi pemikiran Anda pun harus seperti pedagang untuk mencari mobil bekas murah Anda harus membeli langsung pada orang yang akan menjualnya, dan usahakan tanpa ada perantara. Maka dengan begitu Anda bisa membelinya di bawah harga pasaran mobil bekas pada umumnya. Akan Tetapi Kredit memiliki resiko berikut penjelasanya 1. Harus teliti dengan mesin Walaupun usia mobil tergolong baru, mesin dan kelengkapannya tetap harus dicek. Pasalnya, kita nggak pernah tahu karakter si empunya mobil selama mengendarainya. Kita juga kudu memastikan riwayat mesin dan bodi mobil. 2. Nggak Boleh Asal Over Kredit Beli mobil secara over kredit tetap harus mengikuti prosedur hukum alias nggak boleh asal. Sebelum deal dengan penjual, pastikan pihak multi finance mengetahui hal ini secara resmi. Kalau pihak penjual dan pembeli nggak menginformasikan hal ini ke pihak leasing, bisa menuai masalah ke depannya. Bahkan bisa berujung ke penjara loh kalau bermasalah. 3. Biaya Administrasi dan Balik Nama Kamu harus siap merogoh kocek untuk biaya mengurus balik nama atau mutasi (jika mobil ada di luar daerah) jika BPKB sudah di tangan. Dengan adanya informasi seperti ini bisa menjadikan bahan pertimbangan untuk Anda yang ingin memulai kredit mobil tanpa harus membayar uang muka terlebih dulu. Disamping tidak membebankan juga Anda dapat mengatur dana yang sekarang di miliki, supaya bisa memenuhi target yang telah direncanakan sebelumnya, karena pastinya Anda juga tidak ingin jika harus menemui permasalahan yang tidak terduga terjadi di tengah-tengah proses kredit yang sedang berjalan. Alangkah lebih baiknya apabila Anda bisa memikirkan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin, sehingga Anda dapat memperkirakan apa saja yang akan muncul dalam proses kredit tersebut.